Jumat, 22 September 2023

Quantum Learning ; Kenyamanan Hati Dalam Meraih Prestasi

 

Quantum Learning 

Noveri (P2A5 23010)

            Pembelajaran kuantum dapat dikatakan sebagai metode pembelajaran yang menyenangkan, dimana guru dan siswa saling berinteraksi dan adanya optimalisasi lingkungan belajar menjadi lebih efektif. Jenis pembelajaran ini, pertama kali dikembangkan oleh seorang pendidik sekaligus ahli saraf, psikiater dan psikolog asal Bulgaria bernama, George Lozanov. Menurutnya, hasil belajar seseorang dapat dipengaruhi oleh sugesti yang diterima orang tersebut. Oleh karena itu, pembelajaran ini sangat memegang prinsip tentang sugesti positif. Sugesti positif disini, tidak hanya terbatas dengan ucapan atau kata-kata positif saja. Namun, sugesti positif bisa dibentuk dari lingkungan belajar yang nyaman. Ketika siswa sudah ditempatkan di lingkungan yang nyaman untuk belajar, maka sikap, motivasi dan cara pandang siswa akan berubah. Siswa jadi lebih bersemangat untuk belajar dan lebih menghargai proses belajar yang dialaminya. 



 


Pembelajaran ini, setidaknya memiliki 5 prinsip, diantaranya:

1.      Interaksi yang bermutu dan bermakna, dimana guru memberikan umpan balik kepada siswa, sehingga siswa dapat mengevaluasi diri dan meningkatkan keterampilannya.

2.      Proses pembelajaran berjalan dengan alamiah, maksudnya proses belajar di kelas dilakukan dengan nyaman, santai dan menyenangkan. 

3.      Proses pembelajaran yang bermakna dan bermutu, dimana guru mampu menghadirkan pengalaman belajar yang berarti bagi siswa

4.      Membangun nilai positif bagi siswa, maksudnya hasil pembelajaran tidak berpaku pada keberhasilan yang ditunjukkan dengan nilai yang baik. Tetapi, siswa juga mampu meningkatkan kepercayaan diri dan nilai positif dalam dirinya. Sehingga dalam pembelajaran ini tidak diberlakukan hukuman, karena setiap proses pembelajaran menghargai dan mengakui usaha yang dilakukan siswa.

5.      Adanya keragaman dalam proses belajar, dimana pembelajaran ini menghargai dan memfasilitasi gaya belajar siswa yang beragam.



Langkah-langkah dalam penerapan metode Quantum Learning:

1.      Ciptakan lingkungan yang kondusif


Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. Ruang belajar harus bersih, rapi, dan terorganisir dengan baik. Juga, pastikan adanya pencahayaan yang cukup, suhu yang nyaman, dan fasilitas yang memadai.

 


 2.      Buat tujuan belajar yang jelas

Siswa harus memiliki tujuan belajar yang jelas agar mereka memiliki pemahaman yang terarah tentang apa yang ingin mereka capai. Tujuan belajar dapat berupa target pencapaian akademik, keterampilan yang ingin dikuasai, atau pengembangan diri secara pribadi.


3.  3.     Gunakan pendekatan multidimensi

Quantum Learning mendorong penggunaan pendekatan belajar yang melibatkan berbagai dimensi, seperti visual, auditori, kinestetik, dan logika. Menggunakan variasi metode pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa dan membantu mereka untuk mengingat informasi dengan lebih baik.

4.      4. Aktifkan belajar melalui pengalaman

Metode Quantum Learning menekankan pada pentingnya pengalaman langsung dalam belajar. Siswa lebih efektif belajar melalui eksperimen, simulasi, atau permainan yang mendorong mereka untuk aktif berpartisipasi dan mengaplikasikan pengetahuan yang mereka pelajari.





5.    5.  Berikan umpan balik yang konstruktif

Penting untuk memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa agar mereka dapat mengevaluasi dan memperbaiki pemahaman serta keterampilan mereka. Umpan balik harus spesifik, jelas, dan konstruktif agar siswa dapat memahami area yang perlu diperbaiki.

 

6.      6.Dorong refleksi dan evaluasi diri

Siswa harus didorong untuk melakukan refleksi dan evaluasi diri terhadap proses belajar mereka. Dengan melakukan ini, mereka dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka serta menentukan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.

7.     



7. Berikan kesempatan untuk berkolaborasi

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkolaborasi dengan teman-teman sekelas dapat memperkaya proses belajar mereka. Kolaborasi mendorong diskusi, pertukaran ide, dan pemecahan masalah bersama, yang dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan sosial siswa.

8.     




8. Terus beradaptasi dan berinovasi

 


Quantum Learning menekankan pada pentingnya terus beradaptasi dan berinovasi dalam metode pembelajaran. Guru perlu selalu mencari cara yang baru dan kreatif untuk memfasilitasi pembelajaran siswa.

Tetap semangat sahabat… Tetap bahagia jadi bagian kesuksesan orang lain di masa depan…

Wassalamualaikum…

2 komentar:

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PjBL) DI ERA DISRUPSI INOVASI

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PjBL) DI ERA DISRUPSI INOVASI  Noveri (P2A523010) Bismillahirrahmanirrahim Assalamualaikum Warahmatullah...