Noveri (P2A523010)
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatu
Apa kabar sahabat semua
Semoga tetap sehat, tetap semangat, tetap bahagia dalam menggapai cita cita
Yuk sahabat, kita simak video berikut ini tentang Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL)
di Era Disrupsi Inovasi
Model PjBL itu apa sih ?
PjBL, atau Project-based Learning, adalah suatu model pembelajaran yang berfokus pada proyek
atau tugas nyata yang melibatkan siswa dalam proses belajar. Berikut adalah beberapa kelebihan
dan kekurangan dari model pembelajaran PjBL:
Sintak PjBL
1. Menentukan pertanyaan dasar
2. Membuat desain proyek
3. Menyusun penjadwalan
4. Memonitor kemajuan proyek
5. Penilaian hasil
6. Evaluasi pengalaman.
Kelebihan PjBL:
1. Pembelajaran yang relevan: PjBL memungkinkan siswa untuk belajar melalui proyek atau tugas yang nyata dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan siswa dapat melihat keterkaitan antara apa yang mereka pelajari dengan dunia nyata.
2. Peningkatan keterampilan: Dalam PjBL, siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan berbagai keterampilan, seperti keterampilan kolaborasi, pemecahan masalah, komunikasi, dan kreativitas. Mereka juga dapat belajar mandiri dan mengambil tanggung jawab atas proyek mereka sendiri.
3. Motivasi yang tinggi: Melalui PjBL, siswa memiliki kontrol lebih besar atas proses belajar mereka. Mereka memiliki kebebasan untuk memilih topik proyek, merencanakan dan melaksanakan tugas, serta menentukan cara mereka menyelesaikan proyek tersebut. Hal ini dapat meningkatkan motivasi intrinsik siswa karena mereka merasa memiliki kepemilikan atas belajar mereka.
4. Pembelajaran kolaboratif: PjBL mendorong siswa untuk bekerja sama dalam tim. Mereka belajar untuk berkolaborasi, mendengarkan pendapat orang lain, dan menghargai kontribusi setiap anggota tim. Ini membantu mengembangkan keterampilan sosial dan kemampuan bekerja dalam kelompok.
Kekurangan PjBL:
1. Waktu yang dibutuhkan: Implementasi PjBL membutuhkan waktu yang lebih lama daripada metode pembelajaran tradisional. Siswa perlu waktu untuk merencanakan, melaksanakan, dan menyelesaikan proyek mereka. Ini dapat menjadi tantangan jika ada batasan waktu yang ketat dalam kurikulum.
2. Pengawasan yang intensif: PjBL membutuhkan pengawasan yang intensif dari guru. Guru perlu memastikan bahwa siswa memahami tujuan pembelajaran, memberikan bimbingan dan dukungan selama proses belajar, serta mengevaluasi hasil proyek. Ini membutuhkan waktu dan upaya ekstra dari guru.
3. Kesulitan dalam penilaian: Penilaian dalam PjBL dapat menjadi lebih kompleks daripada metode pembelajaran tradisional. Guru perlu menilai berbagai aspek, seperti kolaborasi, pemecahan masalah, dan kreativitas, bukan hanya pengetahuan akademik. Ini dapat memerlukan penilaian yang lebih subjektif dan membutuhkan keterampilan penilaian yang lebih mendalam.
Sumber: Edutopia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar