Jumat, 29 September 2023

MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS

MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS

 Noveri (P2A523010)


Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatu


Apa kabar sahabat semua

Semoga tetap sehat, tetap semangat, tetap bahagia dalam menggapai cita cita

Yuk sahabat, kita simak video berikut ini.. .

1. Pengertian model pembelajaran kolaboratif

            Pembelajaran kolaboratif merupakan sebuah proses di mana peserta didik pada berbagai tingkat kemampuan (kinerja) bekerja sama dalam kelompok kecil menuju tujuan bersama 

Menurut Deutch (Feng Chun, 2006), pembelajaran kolaboratif adalah pembelajaran yang menggunakan kelompok-kelompok kecil siswa yang bekerja sama untuk memaksimalkan hasil belajar mereka.

 

2. Langkah langkah model pembelajaran kolaboratif

        Adapun penerapan model pembelajaran kolaboratif dilakukan melalui tahap-tahap: 1) Menentukan tujuan belajar 2) Membagi siswa ke dalam kelompok yang heterogen berdasarkan hasil pra tes dan jenis kelamin 3) Melakukan diskusi kelompok dan mencatat hasil diskusi tersebut 4) Laporan dikumpulkan kemudian dikoreksi 

 

3. karakteristik pembelajaran kolaboratif

            Terdapat beberapa karakteristik pembelajaran kolaboratif , yaitu: (1) ketergantungan positif, (2) adanya interaksi (tatatap muka), (3) tanggung jawab individu dan kelompok, (4) pengembangan keterampilan interpersonal, (5) pembentukan kelompok yang heterogen, (6 ) berbagi pengetahuan antara guru dan siswa, (7) berbagi otoritas antara siswa dan guru, (8) Guru sebagai mediator

 

4.  Menurut Piaget dan Vigotsky, Strategi pembelajaran kolaboratif didukung oleh adanyatiga teori, yaitu:

 

1.Teori Kognitif 

Teori ini berkaitan dengan terjadinya pertukaran konsep antar anggota kelompok pada pembelajaran kolaboratif sehingga dalam suatu kelompok akan terjadi proses transformasi il mu pengetahuan pada setiap anggota.

2.Teori Konstruktivisme Sosial

Pada teori ini terlihat adanya interaksi sosial antar anggota yang akan membantu perkembanganindividu dan meningkatkan sikap saling menghormati pendapat semu anggota semua kelompok.

3.Teori Motivasi

Teori ini teraplikasi dalam struktur pembelajaran kolaboratif karena pembelajaran tersebut akanmemberikan lingkungan yang kondusif bagi siswa untuk belajar, menambah keberanian anggotauntuk memberikan pendapat dan menciptakan situasi saling membutuhkan pada seluruh anggotadalam kelompok

 

MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF

 

1. Lya _di dalamg Bersama -sama 

Dalam metode ini kelompok-kelompok sekelas beranggotakan siswa-siswa yang beragam kemampuan. Tiap kelompok bekerja sama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan olehguru. Satu kelompok hanya menerima dan mengerjakan satu set lembar tugas. Penilaiandidasarkan pada hasil kerja kelompok.

2. Tim -Permainan -TouR (TGT

Setelah belajar bersama kelompoknya sendiri, para anggota suatu kelompok akan berlombadengan anggota kelompok lain sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. Penilaiandidasarkan pada jumlah nilai yang diperoleh kelompok.

 

3.Grup Investigasi (GI) 

Semua anggota kelompok dituntut untuk merencanakan suatu penelitian dan perencanaan Pemecahan masalah yang dihadapi. Kelompok menentukan apa sajayang akan dikerjakan dansiapa saja yang akan melaksanakannya berikut bagaimana perencanaan penyajiannya di depanforum kelas. Penilaian didasarkan pada proses dan hasil kerja kelompok.

 

4. Akademik-Constructi dan LanjutanRlebih rs kamu (AC) 

Setiap anggota kelompok menuntut kemampuannya untuk berada dalam situasi konflik intelektualyang dikembangkan berdasarkan hasil belajar masing-masing, baik bersama anggota sekelompokmaupun dengan anggota kelompok lain. Kegiatan pembelajaran ini mengutamakan pencapaiandan pengembangan kualitas pemecahan masalah, pemikiran kritis, pertimbangan, hubunganantarpribadi, kesehatan psikis dan keselarasan. Penilaian didasarkan pada kemampuan setiapanggota maupun kelompok mempertahankan posisi yang dipilihnya.

 

5. Jigsaw (JP) 

Dalam bentuk pembelajaran ini, anggota suatu kelompok diberi tugas yang berbeda-beda tentangnyasuatu pokok bahasan. Agar setiap anggota dapat menikmati keseluruhan pokok bahasan, tesdiberikan dengan materi yang menyeluruh. Penilaian didasarkan pada rata-rata skor teskelompok.

 

6. (STAD) 

Para siswa dalam suatu kelas bagian menjadi beberapa kelompok kecil. Anggota-anggota dalamsetiap kelompok saling belajar dan membelajarkan sesamanya. Fokusnya adalah keberhasilanseseorang akan mempengaruhi keberhasilan kelompok dan demikian pula keberhasilannyakelompok akan berpengaruh terhadap keberhasilan individu siswa. Penilaian didasarkan pada pencapaian hasil belajar individu maupun kelompok.

 

Selasa, 26 September 2023

Desain model pembelajaran disrupsi inovasi melalui Augmented Reality

Desain model pembelajaran disrupsi inovasi  melalui Augmented Reality  

 Noveri (P2A523010)


Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatu


Apa kabar sahabat semua

Semoga tetap sehat, tetap semangat, tetap bahagia dalam menggapai cita cita

Yuk sahabat, kita simak video berikut ini.. .

Vidio Part 1


Video Part 2


Pengertian Disrupsi

Disrupsi adalah istilah yang merujuk pada perubahan besar yang signifikan dan mendalam. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah suatu hal yang tercabut dari akarnya. Disrupsi adalah istilah yang mengacu pada perubahan besar yang keluar dari tatanan yang lama dan menghasilkan sistem baru

Pengertian Inovasi

Inovasi adalah menemukan sesuatu hal yang baru atau melakukan berbagai pembaruan yang terbentuk dalam sebuah produk, ide, desain, dan lain sebagainya

 

Disrupsi inovasi

Sebuah era dimana terjadi perubahan yang sangat signifikan guna memudahkan, memunculkan efisiensi dan efektifitas dalam kehidupan meninggalkan cara hidup lama dan konvensional. inilah sebuah inovasi diskruftif (Disruptive Innovation).

Disruptive inovation merupakan inovasi yang berhasil mentransformasi suatu sistem atau pasar yang eksisting, dengan memperkenalkan kepraktisan, kemudahan akses, kenyamanan, dan biaya yang ekonomis. Istilah ini dilontarkan pertama kalinya oleh Clayton M. Christensen dan Joseph Bower di tahun 1995

 

Sebab-Sebab Diskruftif

1.     Teknologi, khususnya infokom, telah mengubah dunia tempat kita berpijak

2.     generasi baru yang menjadi pendukung utama gerakan ini

3.     Kecepatan luar biasa yang lahir dari microprocessor dengan kapasitas ganda setiap 24 bulan menyebabkan teknologi bergerak lebih cepat dan menuntut manusia berpikir dan bertindak lebih cepat lagi

4.     Sejalan dengan gejala disrupted society, muncullah disruptive leader yang dengan kesadaran penuh menciptakan perubahan dan kemajuan melalui cara-cara baru

5.     Perubahan cara mengeksplorasi kemenangan

 

Disrupsi inovasi dalam  pendidikan

Pada sektor pendidikan  hingga saat ini masih terus terjadi perubahan secara masif, baik dari segi sistem maupun tatanan pendidikan, salah satunya adalah melalu desain model pembelajaran yang tidak lagi bersifat konvensional.

 

Media Augmented Reality

Menurut James R. Valino (1998), Augmented Reality merupakan teknologi yang menyatukan objek dua dimensi atau tiga dimensi virtual, dan kemudian menampilkan objek virtual secara real time. Augmented Reality diartikan sebuah teknologi yang menyatukan dunia maya dan dunia nyata serta dapat berinteraksi didunia nyata dalam bentuk animasi tiga dimensi (Azuma(1997) ). Demikian Augmented Reality diartikan sebuah teknologi yang mengintegrasikanobjek virtual 2D atau 3D pada lingkungan nyata dan disajikan secara langsung

Augmented Reality solusi pembelajaran IPA di era revolusi

industri 4.0

 

Augmented Reality solusi pembelajaran IPA di era revolusiindustri 4.0

Penggunaan media pembelajaran dengan memanfaatkan Augmented Reality dapat merangsang mentalitas siswa dalam berpikir kritis tentang masalah dan peristiwa yang ter-jadi sehari-hari, karena sifat media pembelajaran membantu siswa dalam proses belajar dihadapan atau tidak adanya guru, sehingga penggunaan media pembelajaran dengan meman-faatkan Augmented Reality dapat memberikan pembelajaran langsung kapanpun siswa inginmelakukan proses belajar. Media Augmented Reality bisa menggambarkan konsep abstrak untuk memahami dan menyusun objek

Menurut Diddy et al. Saenz, AR memiliki dampakbaik pada pembelajaran, yaitu meningkatkan prestasi individu dalam macam-macam pembelajaran yang berkemampuan. AR memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitaspembelajaran dan juga aktivitas yang ada selama proses tersebut berlangsung (Nincarean, etal, 2013)


Jumat, 22 September 2023

Quantum Learning ; Kenyamanan Hati Dalam Meraih Prestasi

 

Quantum Learning 

Noveri (P2A5 23010)

            Pembelajaran kuantum dapat dikatakan sebagai metode pembelajaran yang menyenangkan, dimana guru dan siswa saling berinteraksi dan adanya optimalisasi lingkungan belajar menjadi lebih efektif. Jenis pembelajaran ini, pertama kali dikembangkan oleh seorang pendidik sekaligus ahli saraf, psikiater dan psikolog asal Bulgaria bernama, George Lozanov. Menurutnya, hasil belajar seseorang dapat dipengaruhi oleh sugesti yang diterima orang tersebut. Oleh karena itu, pembelajaran ini sangat memegang prinsip tentang sugesti positif. Sugesti positif disini, tidak hanya terbatas dengan ucapan atau kata-kata positif saja. Namun, sugesti positif bisa dibentuk dari lingkungan belajar yang nyaman. Ketika siswa sudah ditempatkan di lingkungan yang nyaman untuk belajar, maka sikap, motivasi dan cara pandang siswa akan berubah. Siswa jadi lebih bersemangat untuk belajar dan lebih menghargai proses belajar yang dialaminya. 



 


Pembelajaran ini, setidaknya memiliki 5 prinsip, diantaranya:

1.      Interaksi yang bermutu dan bermakna, dimana guru memberikan umpan balik kepada siswa, sehingga siswa dapat mengevaluasi diri dan meningkatkan keterampilannya.

2.      Proses pembelajaran berjalan dengan alamiah, maksudnya proses belajar di kelas dilakukan dengan nyaman, santai dan menyenangkan. 

3.      Proses pembelajaran yang bermakna dan bermutu, dimana guru mampu menghadirkan pengalaman belajar yang berarti bagi siswa

4.      Membangun nilai positif bagi siswa, maksudnya hasil pembelajaran tidak berpaku pada keberhasilan yang ditunjukkan dengan nilai yang baik. Tetapi, siswa juga mampu meningkatkan kepercayaan diri dan nilai positif dalam dirinya. Sehingga dalam pembelajaran ini tidak diberlakukan hukuman, karena setiap proses pembelajaran menghargai dan mengakui usaha yang dilakukan siswa.

5.      Adanya keragaman dalam proses belajar, dimana pembelajaran ini menghargai dan memfasilitasi gaya belajar siswa yang beragam.



Langkah-langkah dalam penerapan metode Quantum Learning:

1.      Ciptakan lingkungan yang kondusif


Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. Ruang belajar harus bersih, rapi, dan terorganisir dengan baik. Juga, pastikan adanya pencahayaan yang cukup, suhu yang nyaman, dan fasilitas yang memadai.

 


 2.      Buat tujuan belajar yang jelas

Siswa harus memiliki tujuan belajar yang jelas agar mereka memiliki pemahaman yang terarah tentang apa yang ingin mereka capai. Tujuan belajar dapat berupa target pencapaian akademik, keterampilan yang ingin dikuasai, atau pengembangan diri secara pribadi.


3.  3.     Gunakan pendekatan multidimensi

Quantum Learning mendorong penggunaan pendekatan belajar yang melibatkan berbagai dimensi, seperti visual, auditori, kinestetik, dan logika. Menggunakan variasi metode pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa dan membantu mereka untuk mengingat informasi dengan lebih baik.

4.      4. Aktifkan belajar melalui pengalaman

Metode Quantum Learning menekankan pada pentingnya pengalaman langsung dalam belajar. Siswa lebih efektif belajar melalui eksperimen, simulasi, atau permainan yang mendorong mereka untuk aktif berpartisipasi dan mengaplikasikan pengetahuan yang mereka pelajari.





5.    5.  Berikan umpan balik yang konstruktif

Penting untuk memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa agar mereka dapat mengevaluasi dan memperbaiki pemahaman serta keterampilan mereka. Umpan balik harus spesifik, jelas, dan konstruktif agar siswa dapat memahami area yang perlu diperbaiki.

 

6.      6.Dorong refleksi dan evaluasi diri

Siswa harus didorong untuk melakukan refleksi dan evaluasi diri terhadap proses belajar mereka. Dengan melakukan ini, mereka dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka serta menentukan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.

7.     



7. Berikan kesempatan untuk berkolaborasi

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkolaborasi dengan teman-teman sekelas dapat memperkaya proses belajar mereka. Kolaborasi mendorong diskusi, pertukaran ide, dan pemecahan masalah bersama, yang dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan sosial siswa.

8.     




8. Terus beradaptasi dan berinovasi

 


Quantum Learning menekankan pada pentingnya terus beradaptasi dan berinovasi dalam metode pembelajaran. Guru perlu selalu mencari cara yang baru dan kreatif untuk memfasilitasi pembelajaran siswa.

Tetap semangat sahabat… Tetap bahagia jadi bagian kesuksesan orang lain di masa depan…

Wassalamualaikum…

Jumat, 15 September 2023

Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

 Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

semoga sahabat tetap sehat dan dalam keberkahan allah SWT

Perkenalkan nama saya Noveri, S.Pd, saat ini sebagai mahasiswa Magister Pendidikan IPA UNJA tahun 2023. 

Di sini saya akan mereview perkuliahan pertama MK Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains yang dibimbing oleh Bapak Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si. Tentang Cooperative Learning



Cooperative Learning atau pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang dilakukan dimana siswa belajar dan bekerj dalam kelompok kecil untuk memaksimalkan kondisi belajar dan mencapai tujuan belajar.

Ada lima aspek yang perlu diperhatikan untuk menciptakan pembelajaran yang kondusif dalam cooperative learning.


1. Positive Interdependence
Dalam pembelajaran kooperatif adanya rasa saling ketergantungan positif antar siswa. Setiap siswa dalam kelompok memiliki tugas dan peranan namun saling berhubungan, saling melengkapi, saling terikat, dan saling mendukung. Setiap siswa dapat saling memberikan masukan atau saran yang membangun teman dalam kelompoknya.

2. Individual Accountability
Individual Accountability atau pertanggungajawaban individu artinya siswa dapat menyadari bahwa dirinya memiliki tanggung jawab yang sama dengan anggota lain dalam kelompok sehingga ia dapat berkontribusi memberikan yang terbaik untuk kelompoknya, dan merasa malu jika tidak ikut berkontribusi dan melaksanakan tugasnya untuk kepentingan dan kebaikan kelompoknya. 

3. Group Processing
Group Processing berarti merefleksi atau menilai apa yang telah dilakukan dalam kelompok. Melalui group processing, akan dapat diidentifikasi dari urutan atau tahapan kegiatan kelompok dan kegiatan dari anggota kelompok. Siapa diantara anggota kelompok yang sangat membantu dan siapa yang tidak membantu. Tujuan group processing adalah meningkatkan efektivitas anggota dalam memberikan kontribusi terhadap kegiatan kolaboratif untuk mencapai tujuan kelompok. Ada dua tingkat group processing yaitu kelompok kecil dan kelas secara keseluruhan.

4. Conflict Management/Social Skill
Dalam pembelajaran kooperatif akan melatih bagaimana siswa menghadapi dan menyelasaikan masalah dalam kelompok. Siswa akan belajar bersama, saling percaya dan menyelesaikan masalah untuk mencapai tujuan kelompok. Siswa akan terbiasa bagaimana berkomunikasi dan melatih diri untuk bersosial dalam kelompok belajar.

5. Promotive Interaction
Interaksi yang saling menghargai, saling membantu, saling memberi informasi dan sarana, saling mengingatkan, saling percaya, saling memotivasi untuk keberhasilan bersama serta saling mengapresiasi satu sama lain dalam kelompok. 
Beberapa hal yang akan diperoleh siswa melalui pembelajaran cooperative learing :

  1. Increased Autonomy : semakin lebih bebas untuk mengambil keputusan tanpa tekanan atau paksaan, tanpa rasa takut.
  2. Increased Independence : meningkatkan kemandirian
  3. Hightened Self-Confidence : percaya diri yang tinggi
  4. Transfer of Knowledge : Saling berbagi pengetahuan, bukan hanya sekedar tahu tetapi memahami dan terampil dalam menjelaskan ide, gagasan dan sebagainya.
  5. Higher-level Reasoning : memiliki kemmapuan berargumen yang kuat, dapat dipercaya dan meyakinkan.
  6. Increased Productivity : memiliki kepekaan terhadap sesama karena sering bekerja sama sehingga semakin produktif.
  7. Higher Student Achievement : menjadikan pribadi yang sukses.
Dalam pembelajaran kooperatif, sebelum melakukan pembelajaran guru harus memperhatikan beberapa hal, diantaraya:

  • memastikan tujuan pembelajaran jelas (siswa mampu berkontribusi mencapai tujuan pembelajaran)
  • dapat menempatkan siswa dalam kelompok sesuai karakter
  • menentukan bahan ajar yang penting bagi siswa seperti modul.
Cooperative learning menempatkan guru tidak lagi sebagai sumber belajar, hanya sekedar mentransfer pengetahuan tetapi guru juga melatih social skills siswa. beberapa cara untuk melatih social skills siswa diantaranya:
  • membuat frekuensi yang sama antar siswa.
  • memberikan pandangan-pandangan atau langkah untuk menjelaskan sesuatu yang tidak bisa dijawab siswa.
  • belajar untuk menjadi pendengar yang baik.
  • bertanya kepada teman yang membutuhkan.
  • membantu satu sama lain sesuai dengan tugas masing-masing.

Kamis, 14 September 2023

Analisis Model Pembelajaran STAD

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, Perkenalkan kami dari. Kelompok 4 Model & Evaluasi Pembelajaran Sains, yang beranggotakan:


1.Elda Meitafia (P2A523002)

2.Noveri (P2A523010)

3.Nenni Sara (P2A523011)

4. Sabila Eka Septi (P2A523019)

5. Yuyun Lestari (P2A523021)

6. Titien Suprihatien (P2A523023)

7. Diah Aningrum (P2A523028)

Model pembelajaran STAD adalh model pembelajaran yang memacu kolaborasi siswa dalam belajar di kelompoknya untuk menguasai keterampulan yang sedang dipelajari. 

Ada enam langkah pembelajaran STAD yaitu:

1. Penyampaian tujuan pembelajaran

2. Pembagian kelompok

3. Presentasi dari guru

4. Kegiatan belajar dalam kelompok

5. Guru memberikan kuis atau evaluasi

6. Guru memberikan penghargaan kepada tim yang berprestasi


Berikut kami mereview sebuah video pembelajaran model STAD berikut:



Kami mereview video youtube tentang pembelajaran IPA menggunakan model STAD.

Berikut video review dari kelompok kami.



Jumat, 01 September 2023

Generasi Z dan Model Pembelajaran yang tepat untuk mereka

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

semoga sahabat tetap sehat dan dalam keberkahan allah SWT

Perkenalkan nama saya Noveri, S.Pd, saat ini sebagai mahasiswa Magister Pendidikan IPA UNJA tahun 2023. 

Di sini saya akan mereview perkuliahan pertama MK Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains yang dibimbing oleh Bapak Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si

GENERASI Z & MODEL PEMBELAJARAN


 

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PjBL) DI ERA DISRUPSI INOVASI

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PjBL) DI ERA DISRUPSI INOVASI  Noveri (P2A523010) Bismillahirrahmanirrahim Assalamualaikum Warahmatullah...