MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
Noveri (P2A523010)
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatu
Apa kabar sahabat semua
Semoga tetap sehat, tetap semangat, tetap bahagia dalam menggapai cita cita
Yuk sahabat, kita simak video berikut ini.. .
1. Pengertian model pembelajaran kolaboratif
Pembelajaran kolaboratif merupakan
sebuah proses di mana peserta didik pada berbagai tingkat kemampuan
(kinerja) bekerja sama dalam kelompok kecil menuju tujuan bersama
Menurut Deutch (Feng Chun, 2006), pembelajaran
kolaboratif adalah pembelajaran yang menggunakan kelompok-kelompok kecil siswa
yang bekerja sama untuk memaksimalkan hasil belajar mereka.
2. Langkah langkah model pembelajaran kolaboratif
Adapun penerapan model
pembelajaran kolaboratif dilakukan melalui tahap-tahap: 1) Menentukan
tujuan belajar 2) Membagi siswa ke dalam kelompok yang heterogen berdasarkan
hasil pra tes dan jenis kelamin 3) Melakukan diskusi kelompok dan mencatat
hasil diskusi tersebut 4) Laporan dikumpulkan kemudian dikoreksi
3. karakteristik pembelajaran kolaboratif
Terdapat beberapa karakteristik
pembelajaran kolaboratif , yaitu: (1) ketergantungan positif, (2) adanya
interaksi (tatatap muka), (3) tanggung jawab individu dan kelompok, (4)
pengembangan keterampilan interpersonal, (5) pembentukan kelompok yang
heterogen, (6 ) berbagi pengetahuan antara guru dan siswa, (7)
berbagi otoritas antara siswa dan guru, (8)
Guru sebagai mediator
4. Menurut Piaget dan
Vigotsky, Strategi pembelajaran kolaboratif didukung oleh adanyatiga teori,
yaitu:
1.Teori Kognitif
Teori ini berkaitan dengan
terjadinya pertukaran konsep antar anggota kelompok pada pembelajaran
kolaboratif sehingga dalam suatu kelompok akan terjadi proses transformasi
il mu pengetahuan pada setiap anggota.
2.Teori Konstruktivisme Sosial
Pada teori ini terlihat adanya
interaksi sosial antar anggota yang akan membantu perkembanganindividu dan
meningkatkan sikap saling menghormati pendapat semu anggota semua kelompok.
3.Teori Motivasi
Teori ini teraplikasi dalam
struktur pembelajaran kolaboratif karena pembelajaran tersebut akanmemberikan
lingkungan yang kondusif bagi siswa untuk belajar, menambah keberanian
anggotauntuk memberikan pendapat dan menciptakan situasi saling membutuhkan
pada seluruh anggotadalam kelompok
MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF
1. Lya _di dalamg Bersama -sama
Dalam metode ini kelompok-kelompok sekelas beranggotakan siswa-siswa
yang beragam kemampuan. Tiap kelompok bekerja sama untuk menyelesaikan
tugas yang diberikan olehguru. Satu kelompok hanya menerima dan
mengerjakan satu set lembar tugas. Penilaiandidasarkan pada hasil kerja
kelompok.
2. Tim -Permainan -TouR (TGT)
Setelah belajar bersama
kelompoknya sendiri, para anggota suatu kelompok akan berlombadengan anggota
kelompok lain sesuai dengan tingkat kemampuan
masing-masing. Penilaiandidasarkan pada jumlah nilai yang diperoleh
kelompok.
3.Grup Investigasi (GI)
Semua anggota kelompok dituntut
untuk merencanakan suatu penelitian dan perencanaan Pemecahan masalah yang
dihadapi. Kelompok menentukan apa sajayang akan dikerjakan dansiapa saja
yang akan melaksanakannya berikut bagaimana perencanaan penyajiannya di
depanforum kelas. Penilaian didasarkan pada proses dan hasil kerja kelompok.
4. Akademik-Constructi dan LanjutanRlebih rs kamu (AC)
Setiap
anggota kelompok menuntut kemampuannya untuk berada dalam situasi konflik
intelektualyang dikembangkan berdasarkan hasil belajar masing-masing, baik
bersama anggota sekelompokmaupun dengan anggota kelompok lain. Kegiatan
pembelajaran ini mengutamakan pencapaiandan pengembangan kualitas pemecahan
masalah, pemikiran kritis, pertimbangan, hubunganantarpribadi, kesehatan psikis
dan keselarasan. Penilaian didasarkan pada kemampuan setiapanggota maupun
kelompok mempertahankan posisi yang dipilihnya.
5. Jigsaw (JP)
Dalam bentuk pembelajaran ini,
anggota suatu kelompok diberi tugas yang berbeda-beda tentangnyasuatu pokok
bahasan. Agar setiap anggota dapat menikmati keseluruhan pokok bahasan,
tesdiberikan dengan materi yang menyeluruh. Penilaian didasarkan pada
rata-rata skor teskelompok.
6. (STAD)
Para siswa dalam suatu kelas
bagian menjadi beberapa kelompok kecil. Anggota-anggota dalamsetiap
kelompok saling belajar dan membelajarkan sesamanya. Fokusnya adalah
keberhasilanseseorang akan mempengaruhi keberhasilan kelompok dan demikian pula
keberhasilannyakelompok akan berpengaruh terhadap keberhasilan individu
siswa. Penilaian didasarkan pada pencapaian hasil belajar individu
maupun kelompok.





